Penyiaran Tidak Berpindah Dari Siaran TV Analog Ke Digital Di Jabodetabek Saat Ini

Penyiaran Tidak Berpindah Dari Siaran TV Analog Ke Digital Di Jabodetabek Saat Ini

Suntikan mematikan siaran TV analog di Jabodetabek dijadwalkan akan dimulai pada 25 Agustus 2022 atau Kamis ini.

Namun, karena pemerintah baru-baru ini memutuskan untuk mengubah metode ASO (Analog Off) dari ASO 3-fase menjadi polifase (polifase), pemerintah saat ini tidak menerapkan konversi TV analog ke digital di Javodettavek.

Geryantika Kurnia, Direktur Penyiaran, Ditjen PPI, Kementerian Komunikasi dan Informatika, menjelaskan berbagai tahapan ASO tidak diberi tanggal, hanya tanggal penyelesaian. Expired date 2 November 2022.

Penyiaran Tidak Berpindah Dari Siaran TV Analog Ke Digital Di Jabodetabek Saat Ini

Saat dihubungi Tekno Liputan6.com pada Kamis (25/8/2022) Geryantika mengatakan “akan banyak ASO (Multiple ASO) tergantung kesiapan daerah sampai 2 November 2022”.

Baca juga:

Geryantika juga menjelaskan, bersama beberapa ASO akan melakukan transisi dari TV analog ke TV digital, mengingat kesiapan infrastruktur penyiaran TV digital sebagai alternatif siaran TV analog. Juga mengatur kesiapan masyarakat untuk menonton siaran televisi digital.

“Rencana ASO selanjutnya di wilayah Jakarta yang lebih besar akan diumumkan dalam waktu dekat,” kata Geryantika.

Dalam rangka mempersiapkan masyarakat untuk menonton siaran TV digital di Zavodettavek, saat ini wilayah tersebut sedang dalam proses pendistribusian perangkat set-top box (STB).

* Apakah itu nyata atau scam? Silakan kirim WhatsApp ke Liputan6.com Fact Check Number 0811 9787670 dengan memasukkan kata kunci yang diperlukan untuk mengetahui kebenaran informasi yang disebarluaskan.

Siaran TV analog dan siaran TV digital akan langsung berhenti ketika distribusi STB sudah siap.

Perlu diketahui bahwa tidak ada tanggal khusus untuk ASO di semua wilayah oleh mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. ASO.

Menurutnya, satu-satunya tanggal pasti adalah tanggal final, yakni 2 November 2022. Oleh karena itu, pelaksanaan ASO dilakukan sesuai dengan kesiapan daerah.

non-pembayaran

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Compo) memastikan pengguna tidak akan berlangganan TV kabel atau streaming jika beralih ke siaran digital.

“Jangan salah paham,” kata Ismael, General Manager Alat Pos dan Sumber Daya Informasi Kemkominfo. “Go digital bukan berarti pindah ke TV berbayar, langganan bulanan.”

Dalam diskusi publik yang digelar di Jakarta, Jumat (19/8/2022) lalu, ia menegaskan transisi ke televisi digital merupakan transfer teknologi. Jadi orang tetap bisa menikmati streaming secara gratis.

* BACA BERITA TERBARU LAINNYA DARI GOOGLE NEWS

“Jadi tetap nonton TV gratis,” kata Ismail. Biaya berlangganan, biaya bulanan, dll, selain siaran digital, masih siaran gratis, ”katanya.

Untuk beralih ke siaran digital, pengguna TV dapat menggunakan set-top box (STB) untuk menerima siaran digital ketika TV tidak dapat menerima siaran digital secara otomatis.

Namun saat ini sudah banyak TV dan smart TV yang bisa otomatis menerima siaran digital tanpa menggunakan STB tersendiri.

Bagi yang tidak mampu membeli peralatan STBTV digital, pemerintah dan swasta juga akan memberikan dukungan.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny J. Plait meminta agar distribusi set top box (STB) TV digital untuk TV digital di Jabodetabek tepat sasaran dan tepat sasaran.

Dalam diskusi umum dukungan Jabodetabek Digital TV Ready for ASO untuk era baru di Jakarta, Johnny juga menginginkan kepala daerah Jabodetabek yang mencakup tiga negara bagian itu memberikan data yang akurat sehingga implementasinya bisa disesuaikan dengan tujuannya.

Johnny berkata, “Jangan ribut-ribut di tempat yang salah di lokasi. Kenapa orang tidak datang ke sini? Tolong diatur agar distribusinya benar-benar bagus.” , Jumat (19 Agustus). 3033).

(komentar/Ysl)

 

You May Also Like

About the Author: Grand